Tips Menjalankan Scalping Dengan MA Dan MACD

Whatis-forex.com – Metode scalping sering digunakan oleh trader yang memanfaatkan kesempatan transaksinya per hari. Biasanya trader ini disebut scalpter. Saat melakukan transaksi mereka cenderung menentukan dengan melihat arah pergerakan chart baik harian maupun mingguan. Selain itu mereka memiliki metode andalan yang cocok dengan tipe trader tersebut. Metode andalan mereka ada 2, yaitu menggunakan MA dan MACD.

Kedua metode tersebut tidak lah berjalan sendiri. Scalpter menggunakannya digabung agar mereka kuat dalam membaca pergerakan pasar. Adapun MA adalah Moving Average,dimana mereka akan melihat pergerakan rata-rata seuah mata uang. Sedangkan MACD adalah Moving Average Chart ,yaitu menggambarkan kondisi chart yang akan dibaca oleh mereka. Biasanya metode ini sering digunakan karena banyak platform yang sesuai dengan grafik yang disediakan. Jalannya MACD adalah sekitar 30 menit sampai dengan 1 jam. Berikut akan disampaikan tips untuk menjalankannya.

1.Bisa memprediksi pergerakan trend

Adanya kedua metode ini berfungi untuk membaca pergerakan trend dengan akurat. Pasalnya, grafik akan menampilkan time framenya yangsering digunakan pada 1 jam dan 4 jam trading.Setlah hal tersebut muncul, maka mereka bisa memastikan untuk menetukan arah pergerakan trend agar bisa entry dengan baik. Selain itu, trader cenderung menggunakan kombinasi ADX atau Average Directional Index dan EMA atau exponential moving average mengatasi kelambatan sebauh pergerakan trend.

Saya akan mengambil contoh pada pair grafik GBP/USD. Grafik di bawah ini adalah 4 jam menunjukkan periode 55 pada EMA. Pada saat ini diperkirakan bahwa seorang trader lebih baik mengambil posisi buy karena dianggap trend mengalami peningkatan. Sedankan trader harus siap sell ketika point nya di bawah 55 terhadap grafik. Lewat hal tersebut maka mereka biasanya akan mengalami kerugian.

Tips Menjalankan Scalping Dengan MA Dan MACD

2. Sebagai penentu titik ambil posisi (entry)

Entry digunakan untuk istilah trader memasuki pasar dalam keadaan buy atau sell/. Adanya metode ini akan mempermudah mengetahui letak yang paling cocok untuk menentukan entry. Lalu, patokannya mereka harus melihat melalui MACD dan keadaan OSMA. Sebuah entry dapat dilakukan pada trading 1, 4 jam, atau lebih rendah tergantung dari keadaan seorang pebisnis. Trader harus menentukan entry ketika kurva MACD memotong indikator histogram. Keadaan ini dapat dibagi menjadi 2 pilihan, pertama posisi buy dan berikutnya adalah poisisi sell.

Posisi buy baik dilakukan ketika kurva MACD memotong indikator dari bawah ke atas. Kemudian pada waktu yang sama indikator histogram menuju ke atas level 0.00. Sedangkan untuk exit dapat Anda tentukan sesaat ketika indikator histogram menjauh ke bawah level 0.00. Semakin jauh jarang antara kurva entry dan exit, maka semakin besar keuntungan yang dimilikii oleh seorang trader. Gambar buy dapat dilihat pada contoh di bawah ini.

Tips Menjalankan Scalping Dengan MA Dan MACD 2

Kedua adalah posisi terbaik sell dilihat dari kurva tersebut. Posisi ini terjadi manakala kurva MACD memotong indikator histogram dari atas ke bawah. Pada saat yang sama juga posisi histogram menuju ke level 0.00. Sedangkan untuk exit dapat Anda tentukan sesaat ketika indikator histogram menjauh ke bawah level 0.00. Sama halnya dengan kejadian di atas, rentang entry dan exit yang cukup jauh mengundang keuntungan bagi bisnis Anda. Berikut adalah kondisi ketika pasar memiliki kondisi yang baik untuk sell.

Tips Menjalankan Scalping Dengan MA Dan MACD 3

Dengan metode ini level stop bisa ditentukan agak ketat, dan berapapun besarnya risk/reward ratio yang direncanakan, trader harus exit ketika momentum trend telah mulai melemah.