Tips Mengelola Modal Untuk Trading Forex

Whatis-forex.com – Mengelola modal merupakan hal yang krusial bagi trader, khususnya pemula. Pasalnya, modal akan menentukan seberapa banyak Anda akan menggunakan lot untuk trading. Jika modal awal Anda bisa menggunakan maksimal 10 lot (1 lot biasanya berkisar pada 1 juta), maka ketika transaksi Anda loss 2 lot, maksimal lot akan berkurang menjadi 8. Berhati-hatilah menggunakan lot meskipun Anda memperoleh profit sebelumnya. Seorang trader yang tidak mamahami kegiatan ini akan langsung menggunakan seluruh modalnya ketika memperoleh profit yang cukup besar.

Modal adalah nyawa bagi trader. Kehilangan modal berarti Anda akan mati dan terkubur di dalam pasar. Semakin besar modal seorang trader semakin besar kemungkinan mereka akan menggunakan lot dengan jumlah banyak. Hal tersebut tidaklah keliru, tetapi alangkah baiknya jika seorang trader bisa mengelola modalnya. Sebab kebanyakan trader akan mengalami jatuh bangun sangat banyak pada tahun pertama transaksi mereka. Oleh karena itu, berikut akan kami sajikan tips mengelola bagi modal Anda.

Pertama, menyisihkan jumlah profit Anda. Maksudnya adalah menuruh sebagian profit yang telah Anda terima ke dalam default desk agar sewaktu-waktu bisa Anda gunakan ketika modal Anda telah menipis. Hal tersebut bisa dikerjakan sedikit demi sedikit saja. Misalnya, menyisihkan seperlima dari jumlah profit yang telah Anda dapatkan sebelumnya.

Manfaat lainnya adalah seorang trader tidak akan terlalu tamak dalam membuaka posisi selanjutnya. Ketika ada profit yang disisihkan, maka seorang trader tidak bisa memanfaatkan segala profitnya untuk kembali bertransaksi. Akibatnya mereka akan berusaha untuk mengumpulkan profit dalam jangka waktu lama dan nafsu untuk tamak cenderung berkurang. Hal ini bisa diibaratkan dengan uang yang ada di dompet biasanya akan cepat habis daripada uang yang tersimpan di ATM.

Kedua, aktif melakukan perputaran modal. Seorang pebisnis akan memperoleh banyak hal ketika melakukan perputaran modalnya dengan cepat. Cara ini bisa dipraktekan dalam waktu seminggu, di mana ketika Anda membuka akun dan mengetahui dasarnya, maka akan diminta untuk segera trading, setelah profit, kemudian dilanjut dengan menyisihkan profit Anda. Teorinya memang terlihat mudah, tetapi cara ini mengandung cukup resiko.

Resiko yang pertama tentu trader tertarik untuk membuka posisi dalam jumlah banyak. Hal ini akan cenderung membuka peluang untuk over trading yang berkibat pada kerugian yang cukup banyak. Resiko selanjutnya adalah mereka tidak melakukan banyak transaaksi, tetapi sekali transaksi mereka bertaruh pada jumlah lot yang banyak. Misal untuk satu kali transaksi mereka menggunakan 8 lot. Akibatnya modal Anda akan berkurang drastis ketika megnalami kerugian. Sebaiknya perputaran modal ini diimbangi dengan manajemen uang yang baik.

Ketiga, susunlah manajemen uang yang baik. Manajemen uang berfungsi uantuk mengatur berapa banyak seorang trader akan melakukan transaksi, berapa batas uang yang harus dikeluarkan dalam sehari, dan berapa keuntungan ideal yang bisa didapatkan dalam sehari. Awalnya Anda bisa menggunakan strategi ini untuk mengukur perkembangan transaksi dalam sehari. Akan tetapi bila semakin baik, Anda bisa mulai menghitung dampak manajemen uang dalam waktu 1 bulan bahkan hingga 1 tahun. Mengenai frekuensi transaksi yang dilakukan bisa Anda pikirkan dengan matang. Tidak ada ada batasan yang ideal,hanya itu tergantung dengan caradan gaya transaksi Anda masing-masing.