Mengenal Metode Manajemen Modal Trading dengan Cost Averaging

Whatis-forex.com – Keberadaan modal bisa diibaratkan dengan mudah dalam bisnis barter. Untuk mendapatkan seekor sapi, orang akan menukarkan lahan atau lumbung makanannya. Tanpa adanya barang yang ditukar, transaksi barter tidak akan pernah terjadi. Artinya agar transaksi terjadi harus ada barang yang bisa ditukarkan terlebih dahulu. Pada bisnis forex barang yang ditukarkan berupa uang nyata seorang trader. Tanpa adanya uang nyata, mereka hanya akan berkuatat pada akun demo.

Selein menukarkan barngnya dengan sapi, seseorang tersebut harus melihat, apakah dia masih memiliki barang lainnya untuk ditukarkan ketika dia membutuhkan benda lainnya. Jika dia menyerahkan seluruh hartanya untuk membeli sapi, maka dia tidak akan bisa melakukan transaksi selanjutnya. Senada dengan hal tersebut, Anda harus mengatur seberapa modal yang keluar untuk bertransaksi dalam pasar. Tanpa adanya tindakan mengatur modal, maka bisa jadi Anda salah dalam mengambil modal dan bisa mengalami kerugian.

Manajemen modal yang cukup berhasil diterapkan pada trader adalah cost averaging. Selain mengatur modal yang akan dikeluarkan dan disimpan, seorang trader cukup berhasil dalam memutar modal menjadi transaksi pada bidang trading lainnya. Harapannya adalah trader bisa tetap menikmati trading dan memperoleh keuntungan. Berikut adalah kilasan singkat mengenai cost averaging.

Prinsip

Cost averaging atau CA sangat diminati oleh berbagai kalangan trader mulai dari Forex, saham, reksadana, hingga komoditas. Pasalnya, prinsipnya terbilang cukup mudah dalam menggunakan. Mirip dengan martingale, yaitu menggunakan lot ketrika mengalami kerugian pada setiap transaksi. Keadaan tersebut tidak akan berhenti sampai jumlah keuntugnan bisa menyebimbangi kerugian. Hanya saja, pada CA, penggunaan lot hanya dibatasi pada jumlah lot yang sama.

Tabel berikut menunjukkan transaksi yang menggunakan metode CA dengan pair EUR/USD. Ciri khasnya terlihat pada jumlah lot yang sama untuk setiap transaksi, contohnya dengan 1 lot. Selain itu jumlah transaksi tidak dibatasi seperti anti-martingale. Terlihat bahwa tidak semua transaksi memperoleh keuntugnan, ada yang dalam keadaan sideways. Tentu saja metode ini hanya digunakan agar modal Anda berbalik tanpa potensi kerugian yang besar.

Keuntungan

Anda tidak akan memperoleh kerugian yang besar dengan menggunakan metode ini. Hal tersebut sangat jelas membantu Anda yang masih pemula untuk meningkatkan rasa percaya diri Anda ketika memasuki real account. Selain itu, trader akan berada di dalam posisi yang cukup aman ketika pasar sedang dalam keadaan menurun atau mengantisipasi pergerakan pasar secara tiba-tiba.

Resiko

Hanya saja cara ini tidak bisa digunakan untuk mencari profit dalam jumlah besar. Penggunaan lot yang sama pada setiap transaksi hanya seperti “gali lubang tutub lubang” dan begitu seterusnya. Metode ini juga tidak cocok untuk membuat trader berkembang, karena mereka masih pada zona nyaman. Akibatnya, trader akan mulai menyepelekan trading mereka.